Saat IHSG Ambles, Kok Saham Bank Ini Malah Ngacir?

BRI

Akhir pekan pertama pada Mei 2023 (IHSG) ambles lebih dari 1%, tetapi harga saham PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) malah melonjak 5,17% menjadi Rp 915/saham per akhir sesi I perdagangan Jum’at (5/5/2023).

Secara lebih luas sektor finansial tercatat terkoreksi tipis 0,04% pada sesi I, berdasarkan data Refinitiv. Sementara itu IHSG tercatat ambruk 1,37% pada penutupan setelah sempat terjun hingga 1,50% lebih pada perdagangan intraday.

Selain NISP, terdapat sejumlah emiten perbankan lainnya yang ikut menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut. Emiten-emiten tersebut termasuk Bank Jago (ARTO), Bank Aladin (BANK) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Hingga pukul 12.00 WIB, saham NISP sudah ditransaksikan sebanyak 2.073 kali dengan volume sebesar 33,36 juta lembar dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 33,10 miliar.

Pada order bid atau beli, terdapat antrian 55.184 lot dengan antrian terbanyak di harga Rp 865/saham sebanyak 13.022 lot. Sementara pada posisi ask atau jual terdapat 81.350 lot, dengan antrian paling banyak di harga Rp 940/saham sebanyak 16.905 lot.

Posisi jual menjadi yang paling dominan saat ini, ditambah harga saham NISP saat ini sudah mendekati level tertinggi pada Maret 2021 lalu di sekitar Rp 950/saham. Hal ini perlu diantisipasi karena biasanya pelaku pasar akan cenderung melakukan aksi profit taking dalam jangka pendek.

Jika menilai secara fundamental, kenaikan harga saham NISP ini juga merespon dari hasil kinerja keuangannya di sepanjang tiga bulan pertama 2023. Pendapatan bunga bersih tercatat naik 32,1% menjadi Rp 3,67 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,79 triliun.

Sejalan dengan itu, laba bersih berhasil melonjak 65,7% dari kuartal I-2022 sebesar Rp 621,2 miliar menjadi Rp 1,02 triliun di kuartal I-2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*