RI Bujuk Elon Musk, Vietnam Malah Berani Lawan Tesla di AS

VinFast LUX SA2.0. (Getty Images For VinFast/Thierry Chesnot)

Pemerintah Indonesia bolak balik merayu Elon Musk supaya mau berinvestasi di industri baterai dan mobil listrik di RI. Sikap berbeda ditunjukkan oleh Vietnam, yang malah berani bertarung dengan Tesla di Amerika Serikat.

Pembuat mobil EV Vietnam, VinFast, baru saja mendapatkan suntikan modal US$2,5 miliar (sekitar Rp 36,7 triliun) karena mengejar rencana ambisius untuk merayu konsumen AS dengan deretan SUV dan crossover listrik buatan mereka.

Ambisi besar VinFast terwujud tidak lama setelah pembentukannya pada tahun 2017. Perusahaan ini memulai debutnya dengan kendaraan bermesin pembakaran internal pertamanya di Paris Motor Show 2018 dan kemudian menambahkan rangkaian e-skuter dan kendaraan untuk pasar Vietnam. Perusahaan mengatakan bahwa dalam satu tahun peluncuran, kendaraannya menjadi penjualan tercepat di Vietnam.

VinFast kemudian melakukan pivot ke perusahaan EV murni. Dan sementara terus membuat terobosan di Vietnam, VinFast juga mengarahkan pandangannya ke pasar AS. VinFast mengatakan telah memperkenalkan enam model EV, satu model bus listrik, dan sembilan sepeda motor listrik. Sekitar 3.000 mobil listrik telah diekspor ke pasar luar negeri.

Aspirasi VinFast melampaui beberapa ribu kendaraan yang diekspor. Perusahaan, yang memamerkan empat SUV yang dipresentasikan di LA Auto Show 2022, memiliki rencana untuk membangun pabrik di Carolina Utara dan mendirikan ruang pamer dan pusat layanan di seluruh AS. Perusahaan menerima insentif US$1,2 miliar untuk membangun pabrik di Carolina Utara.

 

Miliarder Pham Nhat Vuong, yang mendirikan perusahaan induk VinFast, Vingroup, berkomitmen untuk menginvestasikan US$1 miliar dari kekayaan pribadinya melalui hibah di perusahaan EV.

Vingroup, konglomerat terbesar di negara itu, akan menginvestasikan US$500 juta. Perusahaan induk juga setuju untuk meminjamkan VinFast tambahan US$1 miliar dengan jangka waktu hingga lima tahun.

Seorang perwakilan dari Vuong mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia menyumbangkan beberapa aset pribadinya untuk membantu VinFast selama periode percepatan Vietnam di pasar kendaraan listrik dunia.

“Potensi pertumbuhan VinFast telah ditunjukkan dalam lima tahun terakhir,” kata CEO Vingroup Nguyen Viet Quang dalam pernyataan, dikutip dari Tech Crunch, Jumat (28/4/2023). “Ini adalah periode penting bagi VinFast untuk berakselerasi menuju posisi kompetitif yang solid di pasar kendaraan listrik dunia.”

Komitmen modal datang saat VinFast membidik Amerika Serikat, salah satu pasar mobil terbesar di dunia.

Perusahaan juga mengajukan penawaran umum perdana di Amerika Serikat, meskipun tampaknya gagal atau setidaknya tertunda. Perusahaan belum mengungkapkan jumlah saham yang akan ditawarkan atau kisaran harga dan tanggal IPO belum ditetapkan.

Di sisi lain, pemerintah RI masih berharap cemas menanti kepastian investasi Tesla di Indonesia. Perwakilan Indonesia bahkan sudah beberapa kali mengunjungi Musk termasuk Presiden Jokowi.

Pembahasan soal Tesla berinvestasi di Indonesia sudah digaungkan sejak beberapa tahun belakangan. Namun, perusahaan mobil listrik milik Elon Musk itu malah membuka kantor di Malaysia tahun ini.

Hal tersebut memunculkan tanda tanya. Sebenarnya sudah sampai mana proses investasi Tesla di RI? Apakah cuma sebatas wacana belaka?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pembicaraan rencana investasi Tesla masih berjalan. Namun, ia enggan enggan merinci informasinya karena terikat dengan NDA (non-disclosure agreement/perjanjian kerahasiaan).

“Kita masih NDA, tapi saya bisa katakan kita punya kemajuan yang sangat maju,” kata Luhut di kantornya, beberapa saat lalu.

Ia juga enggan menjawab ketika ditanya mengenai potensi Tesla membangun pabrik di RI. Saat ini, proses pembicaraan terus berlangsung.

“Ya saya kan sudah jawab itu, saya masih terikat NDA,” jelas Luhut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*