Peneliti Ungkap Cara Belah Laut Merah Bukti Cerita Nabi Musa

Sungai Nil, Laut Merah dan Laut Mediterania (10/6/2019) (Johnson/Nasa)

Sungai Nil, Laut Merah dan Laut Mediterania dipisahkan oleh berbagai negara bergurun sepreti Mesir, Arab Saudi, Israel dan Yordania seperti terlihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional yang mengorbit 254 mil di atas Afrika.

Sebuah penelitian dapat mencari tahu soal keajaiban yang dilakukan Nabi Musa. Yakni saat dia membelah Laut Merah, di Israel.

Peneliti dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) dan University of Colorado di Boulder (CU) menggunakan pemodelan komputer. Ini dilakukan agar mereka bisa melakukan rekonstruksi sejumlah kombinasi angin dan gelombang untuk menghasilkan jembatan tanah kering.

Menurut mereka, angin timur yang kuat dan bertiup semalaman mendorong kembali air di pantai di utara Mesir. Hal tersebut ternyata membuat warga Israel bisa berjalan melintas daratan lumpur yang terbuka sebelum air kembali menutup.

“Simulasi ini cocok dengan cerita di Exodus,” kata penulis utama studi, Carl Drews, dikutip The Guardian, Jumat (5/5/2023).

“Pemisahan air bisa dimengerti dengan dinamika fluida. Angin menggerakan air dengan cara yang sesuai dengan hukum fisika, menciptakan jalur yang aman dengan air di kedua sisi lalu air kembali masuk lagi”.

Untuk penelitian ini, dia menggunakan penelitian para sarjana sebelumnya terkait geografi kuno. Dengan begitu dapat merekonstruksi kemungkinan lokasi dan kedalaman pada sejumlah saluran air delta Nil.

Drews menggunakan simulasi komputer untuk menciptakan kondisi yang bisa membuat air yang membuka lahan kering. Dia mengesampingkan Laut Merah sebagai lokasi karena membentang dari utara ke selatang dan tidak sesuai dengan gambaran dalam Exods mengenai air yang menyapu ke satu sisi.

Akhirnya digunakan dana di sepanjang Mediterania dekat Port Said. Di sana angin 63 mph dapat menyapu air kembali ke pantai barat dengan dataran lumpus dan menciptakan jembatan darat yang tinggi dan kering dalam waktu empat jam.

Sementara itu dalam studi lainnya berspekulasi tsunami bisa membuat Laut Merah mundur dan maju. Namun itu tidak sesuai dengan Alkitb soal laut terbelah secara bertahap dalam semalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*