NASA Buka Suara Soal Kabar Matahari Terbit dari Barat

A nearby planetary system is seen in detail in our first look at an asteroid belt outside our solar system in infrared light in a composite image taken by the James Webb Telescope and released by NASA on May 8, 2023. Webb reveals there are actually 3 belts, including 2 never-before-seen inner belts, around the star of Fomalhaut. The 3 nested belts here extend out to 14 billion miles (23 billion km) from the star, 150 times the distance of Earth from our Sun. NASA/ESA/Handout via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY

Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga antaratiksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration atau NASA, tengah viral di media sosial karena telah menemukan bukti-bukti potensial matahari akan terbit dari barat. Terbaliknya arah terbit matahari itu kerap diyakini masyarakat sebagai tanda mulainya hari kiamat.
Informasi yang viral itu beredar di Facebook dengan menggunakan bahasa Thailand. Menggambarkan NASA telah menyebut Matahari bakal terbit dari Barat disebabkan perputaran Bumi ke arah berlawanan. Unggahan foto dan narasi soal Matahari terbit dari Barat di Facebook itu telah dibagikan lebih dari 15.000 kali sejak 14 Januari 2021.

“NASA mengonfirmasi kemungkinan matahari terbit dari barat. Bumi berputar ke arah yang berlawanan yang menyebabkan matahari terbit dari sisi barat!!,” tulis teks viral yang turut dikutip AFP.

“Para peneliti percaya bahwa kita sedang bergerak menuju kebalikan dari medan magnet yang akan membawa kita ke akhir umat manusia dan mendekati hari kiamat,” sebagaimana tertulis dalam unggahan viral itu.

NASA pun telah buka suara merespons klaim informasi yang menyebut matahari terbit dari barat itu. Lembaga luar angkasa pemerintah AS ini menyebut tidak pernah mengeluarkan prediksi soal klaim tersebut.

“Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi matahari akan terbit dari barat,” kata Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA.

Baca:Orang Terkaya di Dunia, Kenapa Elon Musk Pilih Ngontrak Rumah?
Dia membenarkan fenomena pembalikan magnet bisa terjadi dan nyata, bahkan sejumlah ilmuwan pernah mempelajarinya. Fenomena tersebut terdapat di planet tetangga Bumi, Venus yang melakukan rotasi dengan berputar ke belakang.

Sementara itu, Venus berotasi cukup lama yakni 243 hari dan waktu planet itu untuk mengitari Matahari setara dengan 225 hari di Bumi. Ini membuat Matahari akan terlihat di permukaan di Venus hanya sebanyak dua kali selama setahun atau satu kali dalam 117 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*