Mimpi Menhub: Pelabuhan RI Setara dengan China Hingga Spanyol

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan saat peresmian shelter motor listrik G20 di kawasan pariwisata ITDC Nusa Dua, Bali, Rabu (19/10/2022). Shelter motor listrik tersebut sebagai bentuk komitmen GoTo untuk mendukung penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia, yang akan berlangsung pada 15-16 November 2022 mendatang di Nusa Dua, Bali. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, konektivitas di berbagai aspek turun hingga 40% selama pandemi Covid-19. Namun ada anomali di sektor maritim.

“Di sektor maritim justru tumbuh 10%, hanya di maritim,” ujarnya saat ditemui di JW Marriott Hotel Jakarta, Rabu (22/2).

Menurutnya, sektor maritim dapat menjadi penopang perekonomian dalam negeri. Apalagi, dengan dibarengi dengan sinergi antara empat negara, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines, yang tergabung dalam East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) https://apkdwslot88.com/ Maritime 2023,

Nantinya, kata Budi, keempat negara tersebut dapat saling bersinergi, menyatukan potensi dan kekuatan pelabuhan-pelabuhan yang dimilikinya demi menjadi salah satu hub logistik dunia.

“Empat negara ini harus berkolaborasi untuk meningkatkan pelabuhan-pelabuhannya menjadi satu kekuatan tertentu, yang akhirnya bisa membuat suatu kekuatan logistik dunia,” tuturnya.

Menhub melanjutkan lebih jauh, saat ini posisi Indonesia diuntungkan oleh lokasi yang strategis lantaran berada di tengah pusaran logistik yang ada di Eropa dan China. Sehingga, keempat negara tersebut juga bisa bersinergi dan berlomba-lomba membentuk suatu program riil.

“Kalau selama ini kita ngomong dan cita-citanya berkolaborasi, maka hari ini digelar pameran. Saya minta Pelindo secara khusus mengeksekusi apa yang bisa dieksekusi,” ungkapnya.

Dengan banyaknya pelabuhan yang ada di Indonesia, Budi menambahkan, hal itu menjadi keuntungan sekaligus tanggung jawab bagi pemerintah, untuk terus meningkatkan aspek daya saing.

Sehingga, nantinya Pelindo perlu memilih sejumlah titik di pelabuhan-pelabuhan yang mereka kelola, yang akan digunakan sebagai hub.

“Dan dari hub itulah kita ke negara-negara lain di mancanegara,” imbuhnya.

Dengan demikian, nantinya pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia dapat setara dengan pelabuhan-pelabuhan di negara lainnya di dunia. Sehingga dapat saling memberikan manfaat dan keuntungan dengan jalur dan jalinan logistik global yang ada.

“Agar Indonesia itu bukan hanya sebagai¬†feeder, tapi juga sebagai hub. Saya pikir bagaimana kita bisa menjalin kolaborasi dengan¬†portport¬†internasional seperti yang ada di Spanyol, China, itu bagus. Karena barang-barang itu kalau sudah dikumpulkan di satu tempat, misalnya di Eropa dan di China, dia akan menjadi satu resiprokal dengan pelabuhan yang dimiliki Pelindo,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*