Mengenal Tema KTT ASEAN “Epicentrum of Growth”, Apa Itu?

In this photo released by Indonesian Presidential Palace, Indonesian President Joko Widodo, center, delivers his press statement as, from left to right, Foreign Minister Retno Marsudi, Coordinating Minister for Economic Affairs Airlangga Hartarto, and Cabinet Secretary Pramono Anung listen, following ASEAN Leaders' Meeting at the ASEAN Secretariat in Jakarta, Indonesia, Saturday, April 24, 2021. Southeast Asian leaders demanded an immediate end to killings and the release of political detainees in Myanmar in an emergency summit with its top general and coup leader Saturday in the Indonesian capital, Indonesia's president said. (Laily Rachev, Indonesian Presidential Palace via AP)

Tahun ini Indonesia akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN sebanyak dua kali. KTT ASEAN ke-42 akan diadakan di Labuan Bajo, 10-11 Mei 2023, sementara KTT ASEAN ke-43 akan digelar di Jakarta, 5-7 September 2023.

Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia mengangkat tema ‘ASEAN Matters: Epicentrum of Growth‘. Lalu seperti apa tema yang diangkat tersebut?

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Lestari Priansari Marsudi menjelaskan hal ini dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (5/5/2023). Ia mengatakan tema ini memiliki tiga pilar utama yang akan terus disuarakan Indonesia selama masa keketuaannya.

Pertama, pilar ASEAN Matters. Dalam pilar ini, Indonesia membahas bagaimana menjadikan ASEAN tetap relevan, mampu hadapi tantangan ke depan, serta terus mampu menjadi motor stabilitas dan perdamaian Kawasan.

“Di sinilah ASEAN perlu meletakkan visi jangka panjang dan memperkuat kapasitas dan kelembagaannya,” ujar Retno.

Kemudian pilar yang kedua adalah Epicentrum of Growth. Retno mengatakan Indonesia akan terus memperkuat kerja sama konkret, menggelar berbagai kerja sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh rakyat.

“Dengan demikian maka kita berharap Asia Tenggara ini dapat terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, terutama akan dapat mampu menghadapi external shocks,” katanya

Terakhir adalah pilar ketiga yang terkait dengan Implementasi dari AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific). Menurut Retno, pilar ini sangat penting karena semakin tajamnya rivalitas di Kawasan Indo-Pasifik.

Retno menyebut pendekatan ASEAN sangat konsisten. Yaitu ingin membangun kerja sama konkret dan inklusif dengan semua negara untuk menjadikan Indo Pasifik sebagai kawasan damai dan sejahtera.

“Jadi singkat kata, kepemimpinan Indonesia di ASEAN akan digunakan untuk meletakkan fondasi yang kuat bagi visi jangka panjang ASEAN post-2025 dengan rentang 20 tahun atau disebut 2045 Vision. Hal ini penting dilakukan untuk mempersiapkan ASEAN menghadapi tantangan jangka panjang. Di sinilah diperlukan penguatan kapasitas dan institusi ASEAN agar ASEAN lebih agile,” jelasnya.

Retno juga menyebut Indonesia selalu ingin membumikan kerja sama konkret dalam ASEAN. RI juga ingin mendorong kerja sama inklusif dan konkret implementasi AOIP.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*