Jadi Satu-Satunya yang Cetak ARA, TNCA Saham Apa Ya?

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

– Saham emiten penyedia layanan logistik yakni PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) terpantau melejit nyaris 25% dan sudah menyentuh auto reject atas (ARA) pada perdagangan sesi II Jumat (5/5/2023).

Per pukul 14:09 WIB, saham TNCA terpantau meroket 24,56% ke harga Rp 284/saham. Saham TNCA merupakan satu-satunya saham yang berhasil menyentuh ARA, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mayoritas saham lainnya terkoreksi cukup parah.

Saham TNCA sudah ditransaksikan sebanyak 3.120 kali dengan volume sebesar 16,22 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 4,5 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 119,75 miliar.

Hingga pukul 14:09 WIB, di order bid atau beli, terdapat 8,441 lot antrian di harga Rp 284/saham, sekaligus menjadi antrian beli terbanyak untuk perdagangan hari ini.

Sementara di order offer atau jual, belum ada antrian jual yang tertera kembali, menandakan bahwa saham TNCA sudah menyentuh ARA.

Belum diketahui penyebab meroketnya saham TNCA hingga menyentuh ARA. Tetapi hal ini terjadi saat IHSG ambles lebih dari 1% dan banyaknya saham yang terkoreksi parah pada hari ini.

Sebagai informasi saja, TNCA merupakan emiten jasa kurir dan logistik yang tergabung dalam indeks sektor transportasi & logistik (IDXTRANS).

Perusahaan ini sendiri memiliki nama dagang ‘Garuda Express Delivery’ atau lebih dikenal sebagai GED. GED didirikan pada tahun 1998 dengan para pendiri merupakan komisaris maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan PT Trimuda Nuansa Citra.

Situs resmi perusahaan menyebut bahwa saat ini perusahaan telah memiliki satu kantor pusar di Jakarta, 3 kantor cabang, 4 agen eksklusif, 37 agen dan 60 sub-agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perusahaan menyebut memiliki lebih dari 100 armada dan melakukan lebih dari 2.000 pengiriman setiap harinya dengan total berat barang kiriman harian mencapai 8,5 ton.

Proses bisnis yang dijalankan perusahaan dimulai dari penjemputan barang, penyortiran di gudang, pengiriman baik itu lewat darat, laut atau udara, hingga pengiriman terakhir sampai ke penerima.

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) per 31 Maret 2023, PT Asuransi Intra Asia menjadi pengendali saham TNCA dengan kepemilikannya mencapai 5% atau sebanyak 21,08 juta lembar saham.

PT Asuransi Intra Asia adalah entitas induk langsung perusahaan. Sementara, entitas induk utama TNCA adalah Kim Johanes Mulia, yang merupakan pemilik Asuransi Intra Asia.

Namun, masih ada perusahaan yang memiliki saham TNCA lebih besar dari Asuransi Intra Asia. Akulaku, perusahaan fintech yang ikut didanai oleh Alibaba hingga saat ini masih menguasai saham TNCA.

Melalui PT Akulaku Silvrr Indonesia, kepemilikan Akulaku di TNCA mencapai 133,33 juta lembar saham atau sekitar 32% dari total kepemilikan.

selain melalui Akulaku Silvrr, Akulaku juga masuk ke TNCA via perusahaan afiliasi Holyhead East Limited (dulu bernama Asetku Ecommerce Limited), yang merupakan pengembang aplikasi Asetku milik Akulaku. Holyhead East Limited menguasai 27% saham TNCA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*