Intip Deretan Saham Berpeluang Cuan Pekan Ini

Sejumlah analis merekomendasi beragam saham yang berpeluang hijau pekan ini. Berikut daftarnya.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 32,26 poin atau plus 0,44 persen ke level 7.335 pada perdagangan pekan lalu. Investor asing mencatat beli bersih (net buy) Rp1,65 triliun selama sepekan.
Sepekan lalu, indeks saham menguat tiga kali dan melemah sekali. Sementara satu hari sisanya pasar saham tutup menyambut Pemilu. Secara total, performa indeks saham menguat 1,22 persen pada pekan kemarin.

Pjs Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan rata-rata volume transaksi harian saham turun sebesar 16,22 persen dari 21,15 miliar lembar saham ke 17,72 miliar lembar.

Sementara itu, kapitalisasi pasar bursa naik 1,06 persen. Kenaikan dari Rp11.481 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp11.603 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian saham juga meningkat hingga 37,79 persen. Ini membuat rata-rata nilai transaksi dari Rp10,03 triliun menjadi Rp13,82 triliun.

“Peningkatan turut diikuti oleh rata-rata frekuensi transaksi harian saham sebesar 25,37 persen menjadi 1.294.615 kali transaksi dari 1.032.639 kali transaksi pada sepekan lalu,” ucapnya, seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (16/2).

Head of Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG pekan depan akan bergerak menguat terbatas dalam rentang support 7.227 dan resistance 7.430.

Dari dalam negeri, pasar akan dipengaruhi oleh rilis keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen.

“Ini akan berdampak moderat terhadap pasar. Kami melihat meski alami kenaikan suku bunga, tetapi pertumbuhan kredit berada di double digit sehingga ini menggambarkan daya beli yang masih kuat,” katanya kepada CNNIndonesia.com,” Minggu (18/2).

Dari luar negeri, pasar akan dipengaruhi oleh risalah Federal Open Market Committee (FOMC) pertemuan Februari 2024. Dengan data inflasi AS yang kembali memanas, Audi memperkirakan The Fed berpotensi kembali hawkish. Kondisi itu akan berdampak negatif terhadap pasar saham dengan potensi outflow dapat terjadi.

“Investor dapat memanfaatkan trading jangka pendek dengan menunggu konfirmasi IHSG breakout supply area dalam rentang 7.278-7.377 dan menunggu rilis kinerja emiten fiscal year 2023,” saran Audi.

Secara teknikal, Audi merekomendasikan tiga emiten.

Pertama, trading buy saham PT Telkom Indonesia Tbk. Emiten berkode TLKM ini ia yakini bisa tembus 4.450 usai melesat 3,23 persen ke 4.160 pada pekan kemarin.

Kedua, trading buy saham PT Barito Renewables Energy Tbk alias BREN. Emiten ini diyakini bergerak di rentang 5.000-6.150.

Ketiga, Sido Muncul yang naik 7,69 persen ke level 560 pekan lalu. Menurutnya, SIDO bisa tembus 660 dan boleh dilirik dengan skema buy on break.

Sementara itu, Pasar Modal Riska Afriani memproyeksi IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan terbatas mengingat akan ada potensi profit taking terhadap sejumlah saham yang sudah berada di area overbought atau jenuh beli.

Menurutnya indeks saham bakal bergerak di rentang support 7.262 dan resistance 7.402.

Dari domestik, ia melihat pasar akan dipengaruhi rilis suku bunga acuan BI. Sementara dari global, indeks dipengaruhi oleh rilis neraca perdagangan Jepang, rilis penjualan rumah dan pengangguran Amerika Serikat (AS), serta data pertumbuhan ekonomi Jerman.

Adapun sejumlah saham yang ia rekomendasikan untuk dikoleksi, seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI yang pada pekan lalu ditutup stagnan di posisi 6.000.

Selanjutnya, ada PT Barito Renewables Energy Tbk alias BREN yang ditutup menguat 6,83 persen ke posisi 5.475 pada pekan lalu.

(fby/sfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*