Gen Z Ogah Pakai Smartphone, HP Jadul Laris Manis

FILE PHOTO: A Nokia 3310 device is displayed at Mobile World Congress in Barcelona, Spain, February 27, 2017. REUTERS/Paul Hanna/File Photo                              GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD        SEARCH GLOBAL BUSINESS 29 JAN FOR ALL IMAGES

Smartphone canggih tak lagi jadi incaran anak muda. Gen Z ternyata lebih memilih HP lama alias jadul.

Menurut Jose Briones yang merupakan influencer, fenomena tersebut terjadi karena mereka mulai bosan dengan smartphone. “Saya pikir Anda bisa melihatnya dengan populasi Gen Z tertentu – mereka bosan dengan layar (smartphone),” kata salah satu influencer ‘dumb phone’ Jose Briones, dikutip dari CNBC International, Jumat (5/5/2023)

Salah satu vendor yang masih menjual HP jadul adalah HMD Global lewat merek Nokia. Mereka menjual jutaan perangkat yang sama seperti saat dirilis awal tahun 2000-an lalu.

Upaya tersebut berbuah manis. Penjualan HP jadul tersebut di Amerika Serikat (AS) ternyata melonjak tajam tahun lalu yang mencapai puluhan ribu perbulannya, saat penjualan di global mengalami penurunan.

Sementara itu, Counterpoint Research melaporkan 80% feature phone tahun lalu berasal dari beberapa wilayah. Yakni ada yang berasal dari Timur Tengah, Afrika dan insia.

Pasar smartphone di tanah air juga tak begitu baik. Daya beli masyarakat yang menurun membuat merosotnya penjualan HP di Indonesia.

Hal ini terlihat dalam laporan IDC, Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker. Pasar smartphone Indonesia anjlok 14,3% tahun lalu dan jadi yang pertam kali sejak 13 tahun berturut-turut selalu bertumbuh.

Jumlah unit yang dijual juga menurun. Dari 40,9 juta unit pada 2021, tahun lalu hanya berhasil mengirimkan 35 juta unit.

Namun capaian yang buruk tersebut kemungkinan akan segera berakhir. IDC mengatakan pasar smartphone akan kembali stabil pada tahun ini.

Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia menjelaskan akan ada pertumbuhan satu digit tahun ini. “Skenario yang lebih positif dapat membuka kemungkinan pertumbuhan kecil di angka satu digit, pada saat dunia berjuang melawan inflasi, pergerakan kurs, ketegangan geopolitik, dan kebijakan-kebijakan moneter,” jelasnya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*