Geger Serangan Drone ke Kediaman Putin, China Ikut Buka Suara

MOSCOW REGION, ZHUKOVSKY, RUSSIA - 2019/08/24: National flags of Russia and China being mounted three days prior the official opening of the MAKS-2019 Moscow International Airshow near Zhukovsky, South-East of Moscow. (Photo by Leonid Faerberg/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

Serangan pesawat tak berawak (drone) yang menyasar kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin telah mengundang reaksi dari sejumlah negara. Salah satunya adalah China.

Usai serangan tersebut, Rusia langsung menuding Ukraina sebagai pihak yang bertanggung jawab. Namun, tak lama setelah itu, Rusia mengungkapkan teori keterlibatan AS.

Di sisi lain, muncul juga dugaan bahwa serangan tersebut merupakan akal-akalan Rusia untuk menyalahkan Ukraina.

China enggan menuding salah satu pihak dan lebih memilih menyerukan deeskalasi pascaserangan tersebut.

“Posisi China dalam krisis Ukraina konsisten dan jelas. Semua pihak perlu menghindari mengambil tindakan yang dapat semakin memperburuk situasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, dikutipĀ Russia Today, Jumat (5/5/2023).

Dia mengatakan Beijing akan “terus bekerja dengan komunitas internasional untuk memainkan peran konstruktif untuk penyelesaian politik krisis Ukraina.”

Adapun, China meluncurkan peta jalan 12 poin untuk mengakhiri krisis pada Februari, dan telah menekankan bahwa perang Rusia-Ukraina hanya dapat diselesaikan melalui negosiasi.

Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa mereka terbuka untuk melanjutkan negosiasi dengan Ukraina tetapi hanya jika Kyiv mempertimbangkan “kepentingan dan kepentingan sah” Moskow.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*