ChatGPT Bikin Heboh, Google-Microsoft Dipanggil Presiden

ChatGPT sign on OpenAI website displayed on a screen is seen in this illustration photo taken in Krakow, Poland on January 31, 2022. (Photo by Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Images)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden turun tangan soal kehebohan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang merupakan basis layanan viral ChatGPT.

Pasalnya, AI diramalkan bisa membawa bencana bagi manusia. Mulai dari potensi meningkatnya pengangguran secara drastis, penipuan online yang makin canggih, serta penyebaran disinformasi yang lebih mudah.

Untuk itu, Biden memanggil raksasa teknologi yang tengah gencar mengembangkan teknologi AI. Antara lain Alphabet (Google), Microsoft, dan OpenAI yang merupakan perusahaan di balik ChatGPT.

Teknologi AI yang sudah dikembangkan sejak dulu tak terlalu mendapat perhatian hingga kemunculan ChatGPT pada akhir 2022 lalu. Layanan chatbot AI dengan metode generative tersebut dipakai 100 juta orang hanya dalam waktu 3 bulan.

Raksasa teknologi lain pun bereaksi dengan membuat layanan serupa. Google dengan Bard dan Microsoft dengan Bing. Meta (Facebook), Snap, Spotify, dan lainnya pun turut menggodok layanan AI.

AI memang bisa membantu kehidupan manusia dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, seperti teknologi baru lainnya, ada risiko berbahaya yang turut dibawa.

Biden Pengguna Aktif ChatGPT

Perwakilan Gedung Putih mengatakan Biden merupakan salah satu pengguna ChatGPT. Sang Presiden kerap bereksperimen dengan layanan tersebut.

Karena merasakan langsung, Biden pun meminta ada tindakan mitigasi untuk mencegah AI mendatangkan bahaya. Menurut perwakilan Gedung Putih, diskusi bersama bos-bos raksasa teknologi berjalan lancar.

“Diskusinya bersifat membangun dan jujur,” kata dia, dikutip dari Reuters, Jumat (5/5/2023).

Biden meminta raksasa teknologi untuk mengembangkan AI secara transparan, serta berkoordinasi dengan pembuat kebijakan tentang sistem AI mereka.

Selain itu, penting juga untuk selalu mengevaluasi keamanan layanan secara berkala, serta memastikan perlindungan bagi pengguna dari serangan siber.

Pertemuan Biden dan jajaran pemerintah dengan bos-bos raksasa teknologi berlangsung selama 2 jam. Yang hadir adalah CEO Alphabet, Sundar Pichai; CEO Microsoft, Satya Nadella; CEO OpenAI, Sam Altman; CEO Anthropic, Dario Amodei; Vice President Kamala Harris; serta jajaran otoritas lainnya.

Dalam pernyataannya, Harris mengatakan telah menegaskan ke jajaran bos teknologi bahwa mereka memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memastikan keamanan produk AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*