Cerita Pekerja IKN Mencoblos di TPS Lokasi Khusus

KPU PPU mencatat ada 1.355 pekerja infrastruktur IKN Nusantara yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada Pemilu 2024.

 

Samarinda, CNN Indonesia — Para pekerja konstruksi di proyek kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru, Nusantara di Kalimantan Timur juga ikut mencoblos surat suara pada Pileg dan Pilpres 2024, Rabu (14/2).
Mereka dalam menyalurkan hak pilihnya difasilitasi KPU Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) lokasi khusus (loksus).

Lokasi TPS loksus buat para pekerja IKN itu ada di Rest Area yang berada di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, PPU. Selain itu juga di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Salah satu pekerja di proyek IKN, Nur Isanudin mengaku dirinya bahagia bisa memberikan suara memilih pemimpin masa depan Indonesia meskipun tak berada di TPS sesuai alamatnya sendiri.

“Tapi [siapa yang dicoblos] rahasia ya. Intinya kami bersyukur bisa memilih calon pemimpin,” ujar pekerja asal Pekalongan, Jawa Tengah itu kepada wartawan di TPS Loksus 901 Desa Bumi Harapan.

Suasana TPS khusus di kawasan IKN, Bumi Harapan Sepaku, Penajam Paser Utara, Rabu (14/2). (Dok. Arsip Istimewa)
Isanudin tak sendirian, sejumlah rekan-rekannya yang bekerja di megaproyek infrastuktur Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu pun ikut pula mencoblos di sana.

Dia mengaku sudah setahun terakhir bekerja di Sepaku untuk membantu membantun proyek istana presdien di kawasan inti IKN.

Isanudin berharap pemimpin Indonesia yang terpilih dari Pilpres 2024 ini  bisa memberikan lapangan pekerjaan luas bagi masyarakat. Sebab, hanya itu yang diperlukan untuk saat ini. Dan menurutnya, proyek IKN ini salah satu contoh kecilnya.

“Semoga ke depan, proyek ini bisa tetap berlanjut meski pemimpin berganti,” harapnya.

Pekerja melintasi jalan lingkar Sepaku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (25/2/2023). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Cerita berbeda dari Asep Sudrajat, pekerja asal Bandung, Jawa Barat ini justru belum bisa menggunakan haknya di bilik suara TPS khusus.

Padahal dia sudah mendaftarkan diri dan perusahaan lah yang bertanggung jawab mengakomodasi. Asep meyakini, besar kemungkinan ada miskomunikasi antara pihak perusahaan dan KPU.

“Saya kira bisa mencoblos dengan membawa KTP saja. Saya dari Bandung, baru sebulan di proyek lapangan sepak bola,” kata Asep.

Besar harapan Asep agar dia bisa menggunakan hak suaranya di pemilu. Sebab, memilih pemimpin terbaik akan sangat menentukan jalannya negara selama lima tahun ke depan.

“Mungkin, nanti saya konfirmasi lagi (ke pihak terkait),” tuturnya.

CNNIndonesia.com masih berupaya mengontak KPU wilayah terkait keberadaan pekerja IKN yang tak bisa menggunakan hak pilih tersebut.

Pemungutan suara Pemilu 2024 digelar serentak di Indonesia untuk memilih presiden dan wakil rakyat di legislatif, Rabu (14/2).

Ada tiga paslon peserta Pilpres yakni paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Sementara untuk pileg nasional yang memperebutkan kursi di DPR ada partai politik.

Sebagai informasi, sebelumnya, KPU PPU mencatat sebanyak 1.355 pekerja infrastruktur IKN yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada Pemilu 2024.

Dari 1.355 pekerja IKN tersebut, terdapat 251 pekerja proyek pembangunan duplikat Jembatan Pulau Balang, Bandara VVIP IKN di Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam. Sedangkan selebihnya berada di Kecamatan Sepaku atau kawasan IKN.

CNNIndonesia.com juga merilis hasil hitung cepat (quick count) dengan menggandeng enam lembaga survei yaitu Litbang Kompas, Political Research and Consulting, Poltracking Indonesia, Charta Politika Indonesia, Lembaga Survei Indonesia (LSI), dan Voxpol Center Research & Consulting. Simak quick count Pemilu 2024 di situs CNNIndonesia.com pada Rabu, 14 Februari mulai pukul 15.00 WIB.
(rio/kid)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*