Ade Armando Kaget Suara di Real Count KPU Melejit dari 6.000 ke 95.000

Ade Armando mengaku saat pagi hari suaranya di situs KPU baru 6.000 namun saat siang hari melonjak jadi 95 ribu. Ia yakin ada kesalahan.

 

Jakarta, CNN Indonesia — Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando kaget melihat hasil real count KPU yang memperlihatkan namanya mendapatkan suara tinggi di Dapil DKI Jakarta II di Pemilu 2024.
Ia kaget saat tahu meraup suara hingga 95 ribu pada Jumat siang. Padahal pagi hari suaranya masih 6.000.

“Maaf ya Bapak-bapak atau ibu-ibu KPU. Masa sih tiba-tiba suara pemilih saya naik ke 95 ribu? tadi pagi masih 6 ribu. Pasti salah nih. Maaf sekadar laporan,” cuit Ade disertai emoticon senyum pada media sosial X, Jumat (16/2).

Pantauan di situs KPU Jumat malam pukul 20.30 WIB, suara Ade Armando bahkan mencapai 99.523.

Ade Armando mendaftar sebagai caleg dapil di DKI Jakarta II, yang meliptui meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri.

Dapil in kerap disebut dapil ‘neraka’ lantaran diisi nama-nama beken macam Hidayat Nurwahid, Eriko Sotarduga, Masinton Pasaribu, Ida Fauziyah, Prasetyo Edi, Oncel Mekel, Uya Kuya dan nama-nama lainnya.

Sebagai catatan, terdapat kejanggalan data Sirekap Pileg 2024 KPU lantaran ada perbedaan antara jumlah perolehan total suara partai dengan jumlah akumulasi suara yang didapatkan tiap-tiap caleg.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan akan mengoreksi pencatatan hitungan suara Pemilu 2024 yang tak sesuai.

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengatakan langkah ini merespons isu di media sosial tentang adanya perbedaan data suara antara formulir C1 hasil perolehan suara di TPS dengan hasil foto di aplikasi Sirekap.

Sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan hasil perhitungan suara manual yang harus menjadi pegangan dalam menentukan hasil Pemilu 2024.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menyebut penghitungan real count yang disajikan lewat Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) milik KPU kerap bermasalah seperti tidak bisa diakses dan ada kesalahan dalam pemindahan perolehan suara dari Formulir C Hasil.

“Jadi yang kami minta pegang adalah manualnya. Rekapitulasi manual. Bukan Sirekap,” kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam konferensi pers di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (15/2).

(sur/sur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*