Ada Potensi EBT di Myanmar, RI Lobi Buat Kerja Sama

Kadin Indonesia

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) melalui ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) terus mendorong transformasi negara kawasan dengan tema ‘ASEAN Centrality: Innovating towards Greater Inclusivity.

Delegasi ASEAN-BAC pun melakukan roadshow ke negara-negara di ASEAN untuk membahas berbagai agenda utama sesuai potensi di masing-masing negara. Setidaknya ada lima isu prioritas utama yang dibawa dalam kegiatan ini.

Lima prioritas itu meliputi transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, kesehatan, ketahanan pangan, serta perdagangan dan investasi.

Untuk isu prioritas mengenai investasi pada energi berkelanjutan, delegasi ASEAN-BAC melakukan roadshow ke Myanmar. Negara beribukota Burma ini dipilih mengingat menyimpan potensi energi surya, angin, hidro, bio energi, panas bumi, dan laut yang belum termanfaatkan.

“Potensi energi baru dan terbarukan ini perlu untuk dikembangkan oleh kedua negara sebagai upaya ASEAN mencapai Net Zero Emission. Myanmar dan Indonesia mampu bekerja sama untuk bisa memanfaatkan energi baru terbarukan ini menjadi pembangkit energi listrik,” ujar Ketua ASEAN-BAC sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dikutip Jumat (5/5/2023).

Sementara dalam mineral kritis, lanjut dia, Myanmar memiliki deposit terbesar ketiga di dunia. Myanmar juga kaya akan dysprosium dan terbium atau elemen logam tanah yang merupakan salah satu elemen kritis dalam pembuatan kendaraan listrik.

“Melihat hal ini, Indonesia berharap dapat bekerja sama dengan Myanmar untuk membangun ekosistem industri bagi kendaraan listrik dan baterai. Kerja sama kedua negara mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa potensi kerja sama ini menjadi pendorong untuk sektor bisnis dan swasta dalam menjalin hubungan dagang atau investasi pada energi berkelanjutan. Terutama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi ASEAN serta komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060.

Di sisi lain, Myanmar juga mengambil langkah untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di negara tersebut, termasuk membangun stasiun pengisian dan memberikan izin impor kendaraan listrik ke sembilan perusahaan di negaranya. Insentif ini pun disebut membuka pasar ekspor bagi Indonesia untuk memasarkan kendaraan listrik ke Myanmar.

Dia juga menjelaskan roadshow yang dilakukan menjadi langkah penting dalam mempromosikan keketuaan ASEAN-BAC Indonesia, mendorong reformasi kebijakan regional, membangun kerja sama dalam legacy projects, serta memperkuat fondasi dari hubungan perdagangan dan investasi. Ke depan, kata dia, Kadin Indonesia akan terus mendorong pertumbuhan dan kemajuan di kawasan, dan sektor swasta akan berperan sentral dalam roadshow ini.

“Dengan visinya yang berani untuk masa depan, keketuaan ASEAN-BAC Indonesia akan membentuk lanskap ekonomi kawasan untuk tahun-tahun yang akan datang,” pungkas Arsjad.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*